Artikel
Apresiasi Lomba Keluarga ASIK, Wujud Keberhasilan Aksi Kolaboratif BLDF dan Pemkab Kudus Dorong Praktik Pengelolaan Sampah di Tingkat Keluarga
Rabu, 15 Juli 2026 00:00 WIB

Kudus (09/06) – Pelaksanaan Lomba Keluarga ASIK (Apik dan Resik) Kabupaten Kudus 2026 resmi mencapai puncaknya. Bukan sekadar ajang kompetisi, iniasi yang digerakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dengan menggandeng Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), menjadi sarana edukasi membangun standar baru peradaban lingkungan yang dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. 

Melalui payung gerakan Kudus ASIK, rangkaian program edukatif pengelolaan sampah berkalanjutan digelar secara daring sejak Desember 2025. Aksi kolaboratif Pemkab Kudus dan BLDF ini, diawali dengan sosialisasi kepada 150 kader PKK yang berfokus pada upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, lewat penguatan peran ibu sebagai penggerak utama. Selanjutnya, pada Januari, BLDF turut memfasilitasi empat kelas pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam pengelolaan sampah. 

Adapun kegiatan Keluarga ASIK merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh partisipan elemen masyarakat yang tidak hanya menyosialisasikan pesan urgensi pengelolaan sampah secara konsisten, tetapi juga menerapkan langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Dari keseluruhan partisipasi, 16 pemenang terpilih melalui penilaian intensif pada 27–30 April. Nominasi ini terdiri atas 8 kelompok kategori Rintisan Baru dan 8 kelompok kategori Eksisting dan berhak maju ke tahapan verifikasi lapangan (field verification). 

“Kami meyakini bahwa keluarga merupakan fondasi utama dari pembentukan karakter bagi generasi mendatang. Kesuksesan akan perubahan perilaku di tingkat keluarga juga tidak lepas dari peran dan ketulusan seorang Ibu. Hal inilah yang menjadi penyemangat kami untuk berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang tidak hanya edukatif, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.  Lebih dari 56 konten yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti, keluarga, RT, RW hingga kelurahan terdaftar, merupakan tanda antusiasme dan kepeduluan yang besar dari masyarakat Kudus. Kami pun berharap, hal-hal serupa bisa diduplikasi di daerah lainnya agar semangat cinta lingkungan semakin meluas,” ujar Director - Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara. 

Pada kesempatan yang sama, BLDF meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus. Peta ini memuat 525 lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan sampah, khususnya organik. Dari sisi operasional, 10 armada bertugas menjemput sampah yang telah terkumpul setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, 1 armada mampu mengangkut 70–120 tong sampah per hari dengan operasional pada pukul 07.00–15.00 WIB. 

Armada tersebut melayani sejumlah lokasi dengan jarak yang bervariasi, mulai dari titik terdekat hingga lokasi terjauh yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum.