Pengabdian Djarum Foundation dibuktikan melalui konservasi, dari lereng hingga pesisir.

 

Sejak berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, berbagai kegiatan dilakukan Djarum Trees For Life. Dua di antaranya adalah Konservasi Lereng Muria dan Konservasi Pantai Utara Jawa Tengah.

 

Pelestarian di Lereng Muria

Djarum Foundation memulai gerakan konservasi di Lereng Gunung Muria sejak 2006 dan rutin dilaksanakan dua kali dalam satu tahun. Konservasi Lereng Muria memang wajib dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup di tiga kabupaten, yakni Kudus (Selatan), Pati (Timur), dan Jepara (Barat Laut). Peningkatan angka jejak karbon tinggi, kemungkinan bencana alam, dan perubahan cuaca yang kelak merugikan masyarakat sudah menjadi ancaman nyata jika eksploitasi hutan di lereng gunung ini diabaikan.

 

 

Zona konservasi meliputi Kawasan Strategis Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup di Lereng Muria. Kawasan ini merupakan daerah penting bagi kelanjutan hidup Kabupaten Kudus di masa mendatang. Sebagai wilayah yang akan dijadikan daerah tangkapan air bagi Kabupaten Kudus, zona ini berpengaruh penting pada persediaan air bersih. Hingga 2017, tercatat lebih dari 72.800 pucuk pohon ditanam untuk konservasi di Lereng Muria.

 

Konservasi Pantai Utara Jawa

Setelah Lereng Muria, konservasi serupa juga dilakukan Djarum Trees For Life di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan mengingat abrasi pantai akibat perusakan hutan mangrove di Jawa Tengah diperkirakan sudah mencapai 90 persen (sekitar 5.400 hektare) dari total hutan mangrove yang ada di Pantai Utara Jawa Tengah. Kerusakan tersebut terjadi di enam kabupaten, yakni Brebes, Kodya Tegal, Kendal, Batang, Kodya Semarang, Demak, Pati, Jepara, dan Rembang.

 

Untuk mencegah abrasi yang lebih buruk dan mengurangi jejak karbon, Djarum Trees For Life melaksanakan konservasi hutan mangrove. Dimulai sejak 2008 hingga 2017, di kawasan konservasi Pantai Utara Jawa Tengah telah berhasil ditanam lebih dari 600.000 pohon mangrove.

Mangrove adalah jenis tanaman yang memiliki banyak kegunaan. Tak hanya mencegah keberlanjutan abrasi, fisik mangrove – termasuk buah dan batangnya, berperan penting bagi keberlangsungan hidup manusia, alam dan satwa di sekitarnya. Bahkan, sifat defensif mangrove dapat mengurangi tinggi run-up tsunami atau potensi ketinggian air mencapai daratan yang diakibatkan oleh serangan tsunami.

 

 

Kehadiran hutan mangrove juga melindungi ekosistem mahluk hidup. Banyak jenis satwa yang mendapat makanan dan perlindungan dari setiap pohon mangrove.

 

Itu sebabnya, setiap usaha penanaman mangrove di area pantai perlu dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kelestarian alam yang lebih luas. Bagi Djarum Trees For Life, upaya menghadirkan kembali hutan mangrove di kawasan Pantai Utara adalah satu dari banyak rencana strategis yang akan terus diupayakan demi terciptanya kondisi lingkungan hidup lebih baik di masa depan.