Artikel
Lakukan Program Penghijauan, Candi Darling Dukung Generasi Muda Sebarkan Inspirasi tentang Konservasi Alam di Situs Warisan Sejarah
Kamis, 14 Juli 2022 00:00 WIB

Banjarnegara (6/06)–Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) mengajak generasi muda peduli lingkungan untuk melakukan penanaman di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Melalui kegiatan penghijauan ini, gerakan Siap Darling menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan bersama mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan, dengan melakukan aksi penanaman secara berkelanjutan.


“Sejak diluncurkan pada 2019, gerakan Siap Darling telah menginisiasi sejumlah aksi positif yaitu Candi Darling lewat penanaman pohon dan semak berbunga di berbagai situs warisan sejarah agar generasi muda dapat berkontribusi melalui giat pelestarian lingkungan dan sekaligus mencintai situs warisan sejarah Indonesia. Kami berharap gerakan menanam ini dapat menginspirasi serta melibatkan lebih banyak mahasiswa untuk lebih peduli pada lingkungan dan menjaga warisan
sejarah dalam jangka panjang,” kata Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara D.
Asmara.

Hingga Juni 2022, gerakan Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad dari 295 kampus di
203 kota/kabupaten. “Dalam giat Candi Darling, Darling Squad terlibat aktif dalam konservasi alam
dan penghijauan di berbagai situs warisan sejarah. Saat ini kami telah menginsiasi penanaman di 8
(delapan) Kawasan candi yang tersebar di Pulau Jawa. Secara khusus dalam kegiatan di Kawasan
Candi Dieng ini, kami menghijaukan seluruh area sekitar candi yang terkenal kaya akan keragaman
geologi, keanekaragaman hayati, dan situs warisan sejarah,” kata Program Associate BLDF,
Abdurrachman Aldila.


Adapun aksi penghijauan di sekitar situs warisan sejarah disambut baik oleh Dinas Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi
Hartanto, ST, MT yang hadir sebagai pembicara dan ikut serta dalam kegiatan seremonial
penanaman, menekankan pentingnya konservasi lingkungan dan situs warisan sejarah yang
dilakukan secara beriringan oleh generasi muda.

“Merawat ekosistem di sekitar situs sejarah seperti candi adalah suatu upaya yang kompleks.

Terlebih di Kawasan Candi Dieng, yang mana topografinya memungkinkan terjadinya potensi cuaca
ekstrem seperti embun es sehingga merusak bibit pepohonan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi
upaya penghijauan ini sebab kita bisa melihat hasilnya dalam tiga (3) bulan, dan juga dalam jangka
panjang. Bila kepedulian terhadap lingkungan ini terus dipupuk, tentu aksi ini tidak akan berhenti
hanya di acara ini, tapi bisa menggerakkan masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing,”
kata Widi.


Aksi kolaborasi gerakan Siap Darling untuk menanam di Kawasan Candi Dieng ini turut dihadiri
oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, yang tampil
sebagai salah satu pembicara dan mengungkapkan, “Sebagai negeri yang kaya akan peninggalan
sejarah, generasi muda perlu memahami lebih jauh kesatuan nilai antara candi dan lingkungan
sekitarnya. Apalagi Provinsi Jawa Tengah memiliki candi terbanyak di Indonesia, hingga 18
kawasan, belum termasuk reruntuhan maupun artefak candi yang terus ditemukan di beberapa
daerah. Oleh karena itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk swasta
dan masyarakat, utamanya generasi muda dalam mendukung upaya konservasi alam dan situs sejarah
supaya dilakukan beriringan,” imbuh Sukronedi.

Seremoni penanaman pohon di Kawasan Candi Dieng ini juga dihadiri oleh Vice President
Director Djarum Foundation, FX Supanji dan PJ Bupati Banjarnegara, Tri Harso
Widirahmanto, S.H., M.H. yang diwakilkan kehadirannya oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup
dan Kehutanan Kabupaten Banjarnegara, Ir. Singgih Haryono.
Dalam upaya penghijauan ini, ditanam 6.500 pohon dan semak berbunga di seluruh kawasan Candi
Dieng, yang terdiri dari Candi Arjuna, Candi Setyaki, Candi Darmacala, dan Candi Bima. Setelah
aksi penanaman dilakukan, BLDF juga akan merawat bibit tersebut hingga 6 (enam) bulan untuk
memastikan pertumbuhannya optimal.