Artikel
Revitalisasi Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng: 
Sinergi BLDF dan Pemkab Kudus Hadirkan Sarana Edukasi Masyarakat
Senin, 20 April 2026 00:00 WIB

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan Tahap I Revitalisasi Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng, sebagai upaya dalam mengoptimalkan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang inklusif. Tahapan awal ini telah terlaksana sejak Oktober 2025 dengan fokus pada pembenahan sarana dan prasana. Hal ini mencakup perapihan lanskap taman (hardscape dan softscape), perbaikan gedung edukasi, penambahan pergola dan sarana informasi, hingga penyediaan alat peraga berupa dua belas mobil dan motor aki. Sebelumnya, taman yang diresmikan pada 2017 ini telah dimanfaatkan masyarakat Kudus sebagai sarana pembelajaran dasar mengenai disiplin berlalu lintas.

Adapun penyelesaian tahap ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara BLDF yang diwakili oleh Director – Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara, dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Didik Prasetiyo yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PKPLH Rima Mulyani. Prosesi turut disaksikan oleh Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Mundir dan Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, serta dilanjutkan dengan pemotongan pita.

Director – Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menyampaikan bahwa revitalisasi ini dilakukan sebagai upaya peremajaan fasilitas guna mengoptimalkan kembali potensi Taman Lalu Lintas sebagai sarana edukasi. “Kami meyakini bahwa Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng tidak hanya berfungsi sebagai RTH, tetapi juga bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Maka dari itu, revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan ruang publik yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas pihak, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mampu menjadi wadah interaksi dan pembelajaran bersama,” ujar Mutiara.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation atas dukungan dalam pengembangan ruang publik edukatif bagi masyarakat.  “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi yang terus berjalan antara Pemerintah Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation dalam mendukung peningkatan ruang publik yang inklusif, utamanya dalam memberikan edukasi pentingnya disiplin berlalu lintas sejak dini. Hal ini tentunya, juga  membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak agar upaya yang dilakukan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Sam’ani Intakoris.

Pengoptimalan fungsi taman lalu lintas dan hutan kota Rendeng tidak lepas dari peran kepolisian Kabupaten Kudus dalam mengelola fasilitas hingga memastikan unsur edukasi berjalan maksimal. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo turut mengapresiasi sinergi yang telah berjalan dan berkomitmen untuk dapat mendukung setiap inisiatif kepedulian lingkungan. “Kami mendukung inisiatif revitalisasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan revitalisasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Melalui berbagai program yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat semakin meningkat dan menjadi lebih baik,” ujar AKBP Heru.

Dengan telah selesainya tahap I ini, diharapkan daya tarik masyarakat dalam mengunjungi kawasan taman lalu lintas dan hutan kota Rendeng semakin meningkat, sehingga terwujudnya manfaat ekologis dan edukatif. Inisiatif ini juga dapat menjadi contoh pengembangan ruang publik berbasis kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fasilitas, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan perilaku masyarakat yang lebih sadar akan keselamatan dan kelestarian lingkungan.